Selasa, 27 September 2016

Shalawat itu Amalan Hebat

                  Shalawat itu Amalan Hebat

Bila hari-hari biasa, kalau kita bershalawat, shalawat itu dianter ke Rasul via malaikat-malaikat Allah. Kalau hari Jum’at, dianter langsung. Hitungan malam Jum’at itu dimulai Kamis maghrib. Jadi, langsung aja geber-geberan shalawat. Tebus kelalaian di hari-hari biasa mulai maghrib ini sampai dengan Jum’at maghrib nantinya.
Benar-benar dibanyakin tuh shalawatnya, tapi baca dengan penuh cinta, dengan mencoba menimbulkan rasa rindu. Bayangin, kelak saat kita di Padang Makhsyar, saat semua Nabi, menyeru umatnya untuk mencari Nabi Muhammad SAW, bergabung bersamanya…
Kita-kita yang rajin bershalawat untuknya malah disenyumin Nabi Muhammad SAW, disalamin Nabi Muhammad SAW, dan ikut berbaris di belakangnya seraya menanti hisab yang sudah diringankan seringanringannya sebab Nabi bersama kita.
Shalawat itu doa. Sedang kalo doa, kembali lagi pada yang mendoakan. Kiranya, kalau mendoakan Nabi? Doa buat Nabi, kembali ke kita. Wow.
Shalawat pun amalan hebat. Gak perlu wudhu, gak perlu niat. Walau tentu kalau wudhu jauh lebih baik dan hebat sebab Allah pun bershalawat.
Para malaikat pun bershalawat. Penghuni alam semesta, semua cinta Nabi. Semua bershalawat, kecuali mereka yang kafir, bodoh, dan malas.
Dengan shalawat, doa pun menjadi makbul sebab sebelum dan sesudah berdoa kita menyebut nama Rasul dengan penuh pemuliaan dan penghormatan.
Allah paling suka hamba-hamba-Nya mencinta yang dicintai-Nya. Allah paling demen sama hamba-hamba-Nya yang mendoakan kekasih-Nya. Sesiapa yang berdoa dengan menyebut nama Muhammad, sholla ‘alaih, maka doa itu sungguh tak terhalang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar