Senin, 03 Oktober 2016

Hukum Membentak Suami Menurut Islam

     Hukum Membentak Suami Menurut Islam


Dalam kehidupan Rumah Tangga berlangsung sedikit perbedaan pendapat pada suami istri yaitu hal yang lumrah. dengan kondisi seperti apa pun seorang istri mesti memelankan suaranyaketika bicara dengan suaminya walaupun dia mengganggap gagasannya benar. Seorang suami yaitu orang yang paling mesti ditaati dan dihormati oleh istri. Seperti kita kenali kalau Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan begitu tinggi kedudukan suami untuk istrinya :
“Seandai saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri utk sujud pada suaminya. ” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)

“Tidaklah layak untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau pantas/bisa untuk seorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya karena besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)

“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak sukai membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tak cerewet serta tak sukai bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya. ” (HR. An Nasa'i)

Bila suami berbuat salah atau salah, Jadi telah semestinya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tak membentak (bertemura keras), dan tak juga menyinggung perasaannya.

Sikap kasar istri pada suami –dan sebaliknya– menandakan kurangnya pengetahuan dan keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baiknya wanita — untuk suami — adalah yang menyenangkan saat diliat, taat saat diperintah, dan tak menentang suaminya baik dalam hatinya serta tak membelanjakan (memakai) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya” (H. R. Ahmad)

Sebagaimana anak dapat dikira durhaka pada orang tua, jadi istri dapat juga dikatakan durhaka pada suami saat berani membentaknya. Wallahu A'lam.


Bidadari Geram pada Istri yang Memarahi Suaminya

Bila seseorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, jadi beberapa bidadari di surga bakal geram pada istri yang memarahi suaminya.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

 لاَ تُؤ
'ذِي ام'رَأَةٌ زَو'جَهَا فِي الدُّن'يَا إِلاَّ قَالَت' زَو'جَتُهُ مِنَ ال'حُو'رِ ال'عِي'نِ : لاَ تُؤ'ذِي'هِ, قَاتَلَكِ اللهُ, فَإِنَّمَا هُوَ عِن'دَكَ دَخِي'لٌ يُو'شِكُ أَن' يُفَارِقَكِ إِلَي'نَا 


“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya didunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu ; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)

Ini seharusnya jadi pelajaran untuk para istri tidak untuk mendzalimi suaminya. Saingannya berat, saingannya bukanlah lagi madumu atau yang lain. tetapi sainganmu yaitu bidadari yang Allah subhaanahu wa ta'ala mensifatkannya di dalam Al qur'an. Diantara sifatnya yaitu :

إِنَّ لِل
'مُتَّقِينَ مَفَازًا حَدَائِقَ وَأَع'نَابًا وَكَوَاعِبَ 



أَت
'رَابًا 


 " Sebenarnya orang-orang yang bertaqwa memperoleh kemenangan, (yakni) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. " (QS an-Naba' : 31-33)

كَذَلِكَ وَزَوَّج
'نَاهُم' بِحُورٍ عِينٍ 


 " Sekianlah, dan Kami berikanlah pada mereka bidadari. " (QS. Ad-Dhukhan : 54)

مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَص
'فُوفَةٍ وَزَوَّج'نَاهُم' بِحُورٍ عِينٍ 


 " Mereka bertelekan diatas dipan-dipan berderetan dan kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli. " (QS. At-Thur : 20)

حُورٌ مَق
'صُورَاتٌ فِي ال'خِيَامِ 


 " (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. " (QS. Ar-Rahman : 72)

فِيهِنَّ خَي
'رَاتٌ حِسَانٌ 


 " Didalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. " (QS. Ar-Rahman : 70)

إِنَّا أَن
'شَأ'نَاهُنَّ إِن'شَاءً فَجَعَل'نَاهُنَّ أَب'كَارًا عُرُبًا أَت'رَابًا 


 " Sebenarnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan segera. 1 Dan kami menjadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. " (QS. Al-Waqi'ah : 35-37)

Hadits Abdullah ibnu Mas’ud Radiyallahu 'anhu :

 أَوَّلُ زُم
'رَةٍ يَد'خُلُونَ ال'جَنَّةَ كَأَنَّ وُجُوهَهُم' ضَو'ءُ ال'قَمَرِ لَي'لَةَ ال'بَد'رِ، وَال'زُّم'رَةُ الثَّانِيَةُ عَلَى لَو'نِ أَح'سَنِ كَو'كَبٍ دُريَ فِي السَّمَاءِ، لِكُل رَجُلٍ مِن'هُم' زَو'جَتَانِ مِنَ ال'حُورِ ال'عِينِ، عَلَى كُل زَو'جَةٍ سَب'عُونَ حُلَّةً، يُرَىٰ مُخُّ سُوقِهِمَا مِن' وَرَاءِ لُحُومِهِمَا وَحُلَلِهِمَا، كَمَا يُرَىٰ الشَّرَابُ الأَح'مَرُ فِي الزُّجَاجَةِ ال'بَي'ضَاءِ 


“Kelompok pertama kalinya yang masuk surga, seakan muka mereka cahaya rembulan pada malam purnama. Grup kedua seperti bintang kejora yang paling baik di langit. Untuk setiap orang dari pakar surga itu dua bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya bisa terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman merah bisa diliat di gelas putih. ” (HR. Thabrani dengan sanad shahih)

Nah beberapa istri, janganlah mendzalimi terlebih membentak suami kalian lagi. sainganmu bidadari loh!

Solusi Bila Memanglah Ingin Marah Pada Suami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar