Rabu, 26 Oktober 2016

JAJAL DAN LAKUKAN

JAJAL
#jajal 1. Jajal dhuha, sebab rasa syukur. Jajal tahajjud sebab rasa syukur. Jajal sedekah, sebab rasa syukur.
#jajal 2. Bukan saja karena kepentingan&keinginan dunia. Lihat kalimatnya: “Bukan saja…”. Ya, sebab tak mengapa juga sbnrnya.
#jajal 3. Yakni tak mengapa kita shalat malam, sebab pengen diangkat derajat oleh Allah, Puasa Daud sebab pengen diubah jadi kaya…
#jajal 4. Dhuha sebab pengen dibuka rizki&kemudahan. ga papa Sedekah sebab pengen dibanyakkan rizki, tak mengapa. tapi jajal yang brbeda.
#jajal 5. Yakni jajal Dengan semangat rasa syukur. Dhuha, sebab makasih sama Allah, masih bisa menikmati pagi, bisa sarapan, bisa ngeteh, bisa kerja…
#jajal 6. Kumpulin semangat rasa syukur di pagi hari, apa aja yang bisa disyukuri, lalu ambil wudhu dan shalat dhuha.
#jajal 7. Tahajjud, sebab juga rasa syukur, mendusin bangun, suami/istri masih di samping. Anak2 sehat. Lalu tahajjud. Thanks to Allah.
#jajal 8. Sedekah, bukan saja pengen dibanyakin rizki, tapi pengen bersyukur. Alhamdulillaah, jantung sehat, ginjal bener, kaki tgn lengkap.
#jajal 9. Baca Qur’an, bukan sj pengen meraup pahala&kebaikan, bukan sj pengen syafaat/pertolongan Allah. tapi karena juga rasa syukur.
#jajal 10. Dikasih mata, tangan, mulut, maka kita brsyukur Dengan membuka lembaran Qur’an Dengan tangan, &melihat Qur’an, lalu mmbacanya.
#jajal 11. Temukan ibadah sebab rasa syukur. Nikmaaaaaattt rasanya… Temukan ya… Apalagi kalo bisa bersyukur di kala sempit, susah, sedih…
#jajal 12. Syukur di saat senang, happy, banyak uang, dapat modal, lulus sekolah, diwisuda, dll kesenangan, trbilang “biasa”.
#jajal 13. Syukur yang lebih hebat, adalah saat kebalikannya. Misal, paginya bercerai Dengan suami, dalam keadaan menyakitkan…
#jajal 14. Lalu ambil wudhu… Shalat dhuha… Ingin berterima kasih untuk 7-8th pernikahan…
#jajal 15. dalam keadaan hati hancur berkeping2, say thanks to Allah lewat shalat dhuha… Luar biasa…
#jajal 16. Allah liat 7hr ke depannya, istri ini tabah, kuat, ngga ada komplennya… Dan permintaanya, pengen diampunin selama jadi istri…
#jajal 17. Maka awan pun segera berubah dan diubah jadi biru. Teraaaaannnnggg hidupnya…. Keadaan serta merta berbalik…
#jajal 18. Di hari ke-8, suami yang sudah menceraikannya, balik lagi… Subhaanallaah… Maha Suci Allah…
#jajal 19. “Maaf De… Ada barang saya yang ketinggalan…” Begitu kata suami yang pekan lalu menjatuhkan talak. *uhuk.
#jajal 20. Kirain setelah hidup penuh syukur, suami benar-benar kembali. Kembali rujuk. ngga taunya ada barangnya ketinggalan, he he…
#jajal 21. “Masuk aja Mas… Masih kamarmu koq…”
#jajal 22. 7hr dilalui Dengan penuh syukur… ngga ada benar-benar keluhannya. Bahkan shalat malam pun, Dengan rasa syukur. Hilang suami, malah dapat Allah.
#jajal 23. Tiba2 hadir lagi sosok yang sudah berusaha untuk dilupakan. Dan sosok itu permisi masuk kamar, kamar yang penuh kenangan 7-8th menikah…
#jajal 24. Suami itu pun pamit setelah ngambil barangnya. “Permisi ya De…”. Tanpa senyuman. Tanpa sentuhan. “Ya Allah…”
#jajal 25. Sadar masih ada wudhu… Ia balik lagi ke atas sajadahnya… Lagi2 pengen bersyukur… ngga pengen komplain…
#jajal 26. ngga begini nih… “Ngapain sih balik lagi?! Nyebelin banget. Cuma mau ambil barangnya…”. Engga. Engga begitu.
#jajal 27. Istri ini memilih teruuuuussss bersyukur… “Makasih ya Allah… Bisa kulihat lagi wajah suamiku…”.
#jajal 28. Coba terusin nih kisah… Kirim ke teamyusufmansur@gmail.com. yang ngirim kisahnya, dapat CD kompilasi murottal saya. Serius.
#jajal 29. Ditunggu ya tulisannya. Silahkan bikin terusan/sambungan kisah ini. Versi saudara sendiri. Mau happy, or sad ending, trsrah.
#jajal 30. InsyaAllah CD kompilasi murottal, menunggu. Buat cuplikan2 terusan kisah versi saudara msng2, boleh juga tweet ke sini.
#jajal 31. tapi yang dapat CD, yang ngirim imel ke imel tsb, berupa terusan kisah. kasih subject: #jajal.
#jajal 32. Ok, sampe ketemu lagi. Mudah-mudahan saudara termotivasi, terangsang, untuk menulis. Salam hormat, @yusuf_mansur.
#jajal 33. Jajal untuk tidak ngomel2, ceritanya bersambung dan sambungin sendiri, he he. Jajal syukuuuuuurrr dikasih 32 tweet… He he.
#jajal 34. Saya doain semoga sdri2 jadi istri yang tabah, sabar, dan sdr2 jadi suami yang ngga egois, ngga belagu…

Minggu, 16 Oktober 2016

Keutamaan Pergi Ke Masjid

          Keutamaan Pergi Ke Masjid



Diriwayatkan , Dari Abu Hurairah ra , bahwa
 Rasulullah bersabda :
     " Barang siapa pergi atau pulang dari masjid maka Allah menyiapkan tempat tinggal          baginya di Surga, setiap kali ia pergi atau pulang darinya"

 Dan didalam hadis yang lain Rasulullah bersabda bahwa :
          ' Mlaikat membaca shalawat kepada salah seorang di antara kalian selama dia itu ditempat shalat ( Masjid ) yang dia pakai untuk  shalat dan selama itu dia tidak berhadas. Para malaikat berkata : " Ya Allah ampunilah dia ,ya Allah sayangilah dia"                                                                      (HR Bukhari)
              
 Maka berbahagialah bagi kita semua yang Allah beri petunjuk serta hidayah untuk selalu kita pergi dan sholat ber jama ah di Masjid,terutama dan yang utama dalah kaum pria ,karena begitu besar keutamaan dan pahala yang dijanjikan Allah,dan janji Allah adalah pasti.

Kamis, 13 Oktober 2016

KEUTAMAAN MEMELIHARA JANDA DAN ORANG MISKIN

KEUTAMAAN MEMELIHARA JANDA DAN                          ORANG MISKIN



Sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ;
bahwa Rasulullah saw bersabda : " Orang yang mengurusi janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad fi sabilillah,dan aku mengira beliau mengatakan, "Seperti orang yang shalat tidak terputus dan seperti orang berpuasa yang tidak pernah berbuka" 
 Sungguh Allah maha pemurah dan maha pengampun atas semua dosa dosa kita sehingga Allah memberikan kemudahan kepada hambanya untuk melakukan kebaikan yang pahalanya sangat luar biasa.

Rabu, 12 Oktober 2016

Ujian Dapat Menghapuskan Dosa

         Ujian Dapat Menghapuskan Dosa


   Maka janganlah kita pernah menggerutu apalagi sampai berputus asa jikala kita mendapatkan kesusahan,kesedihan dan sewaktu kita ditimpa suatu musibah , ingatlah bah Allah maha penolong dan maha pengampun.

 Sebagaimana yang telah diriwayatkan  Abu Hurairah ra, bahwa  :

Rasulullah saw bersabda 
     
 "Tidak ada sesuatupun yang menimpa seorang muslim,baik berupa                                     kelelahan,kesakita,kecemasan,kesedihan,gangguan,penyakit,kesusahan hingga           duri yang menusuknya,kecuali Allah mengampuni dosa - dosanya dengannya."

Shalat, Doa, dan Sedekah Atasi Masalah

Shalat, Doa, dan Sedekah Atasi Masalah



Sebagai seorang muslim, ketika menghadapi segala permasalahan hidup yang datang hendaknya melakukan tiga hal. Di antaranya Shalat, doa, dan sedekah.
Shalat
Sebagai umat Islam, shalat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan karena shalat merupakan tiang agama serta dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Betapa meruginya mereka yang sampai meninggalkan salat. Shalat juga merupakan salah satu jalan menuju Allah. Ketika masalah kita juga dianjurkan untuk shalat hajat 2 rakaat.
“Allah kasih jalan untuk ketemu sama yang punya jagat langsung, yang punya segala jawaban dari segala masalah yang kita hadapi. Allah kasih jalan yang enggak ada siapapun yang bisa membatasi kecuali Allah sendiri kalau Dia mau nolak, yakni shalat,”
Doa
Salah satu cara meminta kepada Allah adalah dengan berdoa. Begitu juga ketika masalah tiba-tiba datang menghampiri. Segera gelar sajadah kita, wudhu, shalat dan doa.
“Doanya bahasa Indonesia, boleh. Sama Allah minta apa aja boleh. Jangan lupa minta ridho-Nya, minta ampunan-Nya, minta kasih sayang-Nya, minta bimbingan-Nya,” 
Kita doa satu, Allah selamatkan lebih dari satu musibah. Kita doa terus, maka banyak musibah yang dihindarkan Allah dari kita. Jadi, kenapa jadi malas, bosan, cape, letih, berdoa? Rajin doa, dan nikmati, insyaAllah kita akan terhindar dari musibah.
Sedekah

Seperti yang sudah kita ketahui kalau sedekah merupakan pinjaman terbaik kepada Allah. Sedekah dapat menyelesaikan segala macam masalah bahkan menyembuhkan penyakit hati. Sedekah yang disertai riyadhoh insyaAllah bisa menjadi jawaban dari masalah yang kita hadapi di kehidupan sehari-hari.

Selasa, 11 Oktober 2016

Penyakit Gengsi

                   Penyakit Gengsi

Alhamdulillah! Tak ada yang patut disembah selain Alloh Swt. Hanya kepada Alloh kita semua akan kembali. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar setiap doa, senantiasa membimbing kita sehingga kita termasuk kepada golongan hamba-Nya yang bersyukur. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.
 
Gengsi adalah penyakit yang menyesakkan dada, membuat hati tertekan, merasa terhimpit, dunia ini terasa sangat sempit. Ada orang yang karena gengsi naik angkot, maka dia memaksakan naik taksi, padahal ia tidak mampu dan memang tidak perlu. Sepanjang jalan ia tidak menikmati jok yang empuk di dalam taksi karena matanya gelisah melihat argo yang terus bertambah.

Ada juga orang yang datang ke sebuah acara mengendarai motor lama. Karena gengsi, ia berusaha datang lebih awal, kemudian mencari tempat parkir yang agak tersembunyi. Ada lagi orang yang memaksakan diri mencicil ponsel baru yang mahal hanya karena gengsi di depan teman-temannya memakai ponsel lama yang dipikirnya sudah ketinggalan zaman. Maa syaa Alloh.

Betapa menderita hidup yang demikian. Menuruti keinginan, bukan kebutuhan. Memaksakan diri, tanpa melihat kemampuan. Mengikuti pandangan orang, tanpa memikirkan kebaikan dan keburukan. Semua itu terjadi karena gengsi.

Gengsi itu sama bahayanya dengan ‘ujub dan minder. Semuanya sama-sama perwujudan dari cinta dunia. Gengsi muncul karena hati sudah terpaut dengan dunia, menjadikan dunia sebagai tolak ukur kemuliaan. Padahal yang dikejar kemuliaan di pandangan manusia. Apalah artinya mulia di pandangan manusia, tapi sia-sia di pandangan Alloh Swt.
  
 Tidakkah kita ingat pada sabda Rosululloh Saw., “Demi Alloh, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak perlu kita gengsi memakai motor gara-gara mobil kita dijual. Tidak perlu kita gengsi tinggal di rumah kontrakan. Demi Alloh.. Semua yang ada di dunia ini milik Alloh. Yang kita miliki, yang masih kita cicil atau yang kita sewa, semuanya mutlak milik Alloh. Semua itu ada di tangan kita hanya titipan saja dan hanya ujian. Tidak perlu gengsi dengan apa yang kita miliki. Gengsi adalah bentuk lain dari kufur nikmat, seolah karunia yang Alloh berikan kepada kita tiada berarti. Maa syaa Alloh.
Alloh Swt. berfirman,

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬ وَزِينَةٌ۬ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ۬ فِى ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَوۡلَـٰدِ‌ۖ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadiid [57] : 20)

Semoga kita bisa mengendalikan diri dari penyakit gengsi. Pastikan kita memakai dan memiliki atas dasar perlu, bukan sekedar mau. Ikutilah kesederhanaan Rasulullah Saw. dan para sahabat serta salafushsholeh. Cinta dunia adalah sumber malapetaka. Semoga kita tergolong orang-orang yang selamat. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.


Minggu, 09 Oktober 2016

Ayah, Hadirlah untuk Anakmu di 7 Waktu Ini!

Ayah, Hadirlah untuk Anakmu di 7 Waktu Ini!


Dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, “Seorang ayah yang mendidik anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah sebesar 1 sa’ di jalan Allah.”
Nabi pun mencontohkan, bahkan ketika beliau sedang disibukkan dengan urusan menghadap Allah SWT (shalat), beliau tidak menyuruh orang lain (atau kaum perempuan) untuk menjaga kedua cucunya yang masih kanak-kanak, Hasan dan Husain. Bagi Nabi, setiap waktu yang dilalui bersama kedua cucunya adalah kesempatan untuk mendidik, termasuk ketika beliau sedang shalat.
Saat ini banyak keluarga di Indonesia yang kehilangan figur ayah. Ayah sudah berangkat kerja saat pagi buta, ketika si kecil masih tidur. Ketika ayah pulang malam hari, sering kali anak sudah tertidur.
“Tak heran jika anak ditanya, 'Bagaimana ayahmu?', jawabnya, 'Auk, ah gelap'. Karena memang mereka hanya bertemu waktu gelap, saat dini hari dan tengah malam,” kata Bendri Jaisyurahman, salah satu penggagas Komunitas Sahabat Ayah. 
Minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan membuat anak mengalami beberapa masalah psikologis. Di antaranya, anak yang rendah harga dirinya, anak laki-laki yang cenderung feminin dan anak perempuan yang cenderung tomboy, anak yang lambat dalam mengambil keputusan, serta anak yang cenderung reaktif. Termasuk juga, maraknya generasi alay.
Lalu bagaimana idealnya peran seorang ayah dalam pendidikan anak? Menurut Bendri setidaknya ada 7 waktu yang perlu diluangkan ayah untuk anaknya.
1. Pagi hari
Ayah bisa memulai dengan membangunkan anak. Luangkan 5 menit untuk bermain atau mendengar cerita anak mengenai mimpinya.
2. Siang hari
Luangkan 5 menit saja untuk menelepon anak di siang hari. Mulailah dengan cerita ringan mengenai aktivitas ayah di kantor dan pancing anak untuk bercerita mengenai kegiatannya hari itu.
3. Malam hari
Sediakan waktu untuk bermain serta mendengar cerita anak mengenai aktivitasnya seharian. Beri komentar dan arahkan anak secara positif. Malam hari merupakan waktu yang efektif untuk menanamkan budi pekerti dan sikap-sikap yang baik.
4. Liburan
Saat hari libur, ayah bisa secara total melakukan aktivitas bersama anak. Tidak harus pergi berlibur, bisa juga dengan mencuci mobil bersama, memancing, pergi ke toko buku. Aktivitas tersebut akan menciptakan ikatan yang kuat antara ayah dan anak.
5. Di kendaraan
Saat mengantar anak ke sekolah atau ke tempat lain, terutama jika menggunakan mobil, tersedia kesempatan untuk ngobrol dengan buah hati. Selipkan nasihat, misalnya mengenai pentingnya berkendara dengan santun, menghormati hak orang lain, mengikuti aturan lalu lintas, dan lain-lain.
6. Saat anak sedih
Saat anak mengalami kesedihan, ia membutuhkan tempat untuk curhat dan menyampaikan keresahan hatinya. Jika ayah mampu hadir dalam situasi ini, anak tidak akan melabuhkan kepercayaan pada orang yang salah. Karena pahlawan bagi anak adalah mereka yang ada di dekat mereka, menghibur, mendukung dan menguatkan ketika mereka sedih dan mengalami masalah.
7. Saat anak unjuk prestasi

Luangkan waktu untuk hadir saat anak mengikuti lomba atau tampil di panggung. Kehadiran ayah dan ibu dalam momen itu merupakan bentuk pengakuan akan kemampuan anak. Tepuk tangan, foto, dan rekaman yang dibuat ayah atau ibu akan menjadi kenangan yang terus mereka bawa hingga besar nanti.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Mujahadah Meraih Ihsan

               Mujahadah Meraih Ihsan

Alhamdulillah. Puji dan syukur hanya kepada Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mendengar setiap bisikan hati, menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa dilimpahi hidayah-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Siapakah orang yang pasti paling berbahagia?

Tiada lain adalah orang yang dicintai oleh Alloh Swt., Penguasa, Pemilik, Penggenggam langit, bumi dan segala apa yang ada.
Dialah Dzat Yang Maha Baik, Maha Penjaga, Maha Pelindung, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dicintai manusia belum tentu bahagia. Karena manusia sama sekali tidak punya apa-apa, sama-sama sekedar nebeng di dunia.
Tapi, dicintai Alloh Swt. dijamin untung dan bahagia. Lantas siapakah orang yang paling dicintai Alloh?

 Dialah orang yang ‘ihsan’. Penyebutan bahwa Alloh mencintai orang yang bersifat ihsan di dalam Al Quran lebih banyak daripada penyebutan kecintaan Alloh terhadap orang dengan sifat lainnya.

Apa itu ihsan?
 Rosululloh Saw. bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Alloh Swt. berfirman, “..Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. Ali ‘Imron [4] : 1)

Orang yang memiliki sifat ihsan senantiasa terpelihara tingkah laku, perkataan bahkan hingga setiap niat dalam hatinya.
 Jikalau ada sesuatu yang keliru, ia sesegera mungkin beristighfar memohon ampun kepada Alloh dan memperbaikinya.

 Mengapa demikian?
 Karena ia selalu ada dalam kesadaran dan keyakinan bahwa Alloh Maha Mengetahui setiap kejadian sekecil apapun.

Orang yang ihsan senantiasa merasa dekat dengan Alloh dan selalu mengharapkan cinta-Nya.
 Dan, inilah karakter orang yang oleh Alloh banyak disebutkan di dalam Al Quran, sangat Alloh cintai. Semoga kita tergolong hamba-hamba yang sangat dicintai Alloh Swt. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.


Jumat, 07 Oktober 2016

Surat Al-Baqarah Ayat 214

         Surat Al-Baqarah Ayat 214



Artinya:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh mala petaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah."
Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Ayat ini menjelaskan, "Iman tadi dengan sendirinya tidak cukup, melainkan harus dibuktikan dalam praktek. Di saat tertimpa peristiwa-peristiwa pahit, seorang Mukmin harus tetap memelihara keimanannya dengan bertawakal dan dalam liku-liku kehidupan, ia tidak menyeleweng dari jalan Allah.

Karena semua kejadian merupakan ujian dan derajat keimanan seseorang diuji atau ditimbang dalam ujian-ujian tadi.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Berharap masuk surga tanpa menempuh kepahitan adalah harapan yang salah.
2. Ujian merupakan salah satu sunnah Allah bagi semua manusia agar setiap manusia dapat menemukan dan menunjukkan jati dirinya.


Menahan Amarah Datangkan Kebaikan

Menahan Amarah Datangkan Kebaikan

Amarah merupakan sifat alami yang pasti dimiliki oleh manusia. Namun, marah sebaiknya tidak dijadikan jalan untuk menyelesaikan masalah karena justru akan membuat permasalahan semakin rumit. Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain tentu saja bukan hal yang mudah, tapi ketika kita bisa melakukan hal itu maka bisa menjadi bukti dari ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang- orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 133-134).
Dalam surat Ali Imran di atas, dijelaskan jika Allah menjamin surga bagi mereka yang bertakwa. Juga bagi mereka yang bisa menahan amarah serta memaafkan kesalahan orang lain. Mereka tak hanya disukai oleh Allah SWT dan sesama manusia, namun juga malaikat-Nya.
Rasulullah SAW pernah berpesan kalau sikap diam, tenang, dan tidak membalas ketika dicaci atau disakiti jauh lebih baik dibanding mengumbar amarah.
Suatu ketika, Abu Bakar duduk bersama Rasulullah SAW dan mendapat cacian dalam waktu yang lama. Setelah sekian lama mencaci dan tidak kunjung berhenti, Abu Bakar pun membalas caciannya. Rasulullah SAW marah, lalu berdiri.
Abu Bakar menyusulnya, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, dia mencaciku, padahal engkau duduk (bersamaku). Ketika aku membalas beberapa caciannya, engkau malah marah dan meninggalkanku.”
”Mendengar pertanyaan sahabatnya, Rasulullah SAW memberikan nasihat bahwa ketika Abu Bakar diam, maka ada malaikat yang telah membalaskan cacian untuknya. Sebaliknya, ketika cacian itu dibalas, maka datanglah setan.”

Kisah di atas mengajarkan kepada kita bahwa menahan amarah akan mendatangkan kebaikan. Mesikpun sulit, tapi ampunan Allah tentu lebih penting bukan?